Pentingnya Ekosistem Sungai

Ekosistem Sungai
Ada beragam jenis ekosistem yang terkait dan membentuk sebuah kesatuan utuh dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Salah satu yang dimaksud adalah ekosistem sungai. Ia dikelompokkan ke dalam ekosistem air tawar dengan air yang mengalir atau Ekosistem Lotik. Sungai sendiri merupakan habitat air tawar yang bermuara atau berakhir di laut. Ekosistem sungai ini megandung nutrient yang kadarnya bergantung pada wilayah vegetasi yang dilewati sungai tersebut. Apabila titik yang dilewatinya kaya akan tumbuhan maka bisa dipastikan kadar nutriennya tinggi khususnya nutrient an-organik. Selain tumbuhan, jumlah pelapukan bebatuan di aliran sungai juga turut berperan dalam hal memperkaya air sungai.

Mengapa Ekosistem Sungai Sangat Penting?


Habitat air tawar, termasuk ekosistem sungai di dalamnya, sangat penting bagi manusia dan lingkungan. Meskipun luas area ekosistem air tawar sangat terbatas jika dibandingkan dengan ekosistem laut, namun kehadirannya tetap penting sebab:
  1. Ekosistem air tawar termasuk sungai di dalamnya adalah sumber yang bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga juga industri. Selain itu, ia juga mudah dan murah untuk didapatkan.
  2. Komponen air tawar adalah bottle neck atau leher botol di dalam siklus hidrologi.
  3. Ekosistem air tawar termasuk sungai bersama dengan ekosistem estuary adalah tempat atau medium paling mudah dan murah untuk membuang limbah yang bersifat tertier.
Lebih detail pada ekosistem sungai, mengapa penting? Sebab, berikut ini:
  1. Sungai mempunyai sifat unik yakni sifat termal dimana ia bisa mereduksi perubahan suhu, sehingga perubahan suhu di dalam air akan terjadi dengan lambat ketimbang di udara.
  2. Sungai memiliki sifat oada kontunum sungai, dimana terjadi perubahan yang bersifat longitudinal di dalam sistem metabolisme komunitas dalam ekosistem.
  3. Manfaat lain sungai adalah sebagai tempat ikan berkembang-biak, sebagai sarana rekreasi, sebagai sarana pengairan dan masih banyak lagi lainnya.
Pembagian Zona Dalam Ekosistem Sungai

Para ahli membagi dua zona pada ekosistem sungai yang didasarkan pada aliran airnya, yakni:
  1. Zona air deras, adalah wilayah sungai yang cenderung dangkal. Pada tempet tersebut kecepatan laju arus sangat tinggi dan menyebabkan bagian dasar sungai menjadi bersih dari berbagai endapan serta materi lainnya. Hal tersebut kemudian menjadikan dasar zona ini cenderung padat. Zona ini sendiri dihuni oleh bentos dan juga organisme ferifitik yang mampu melekat juga berpegang pada dasar yang keras atau padat dan pada ikan yang bisa berenang dengan kuat. Zona aliran deras ini berada di bagian hulu sungai tepatnya di wilayah pegunungan.
  2. Zona aliran tenang, yakni wilayah sungai dimana yang sedikit dalam dan arus tidak sekencang pada zona hulu sungai. Pada wilayah ini lumpur juga materi lainnya cenderung lepas dan mengendap pada dasar sungai. Hal ini kemudian menjadikan dasar sungai menjadi lunak dan tidak sesuai lagi untuk bentos. Zona ini lebih cocok bagi nekton juga plankton yang cenderung menggali bagian dasar sungai. Zona ini umumnya berada pada wilayah yang landai.